Pada dasarnya manusia menjalani kehidupan sebagai sebuah yang di
dalamnya terdapat makna mendalam tentang arti kehidupan itu sendiri.
Secara kodrat manusia hidup untuk mencari kebenaran sebagai jawaban
terhadap situasi zaman yang cenderung melawan kehidupan.
Horizon/arah
hidup manusia mengarah pada kebenaran yang menjadi prinsip dasar
keberadaan manusia. Kebenaran dapat kita lihat dari sudut pandang nilai
(kualitas baik yang melekat pada suatu benda/aktifitas). Menurut Max
Scheler nilai bersifat absolut, tidak dipersyaratkan oleh suatu
tindakan, tidak memandang keberadaan alamiahnya baik secara historis,
sosial, biologis ataupun individu murni. Hanya pengetahuan kita tentang
nilai yang bersifat relatif, sedangkan nilai itu sendiri adalah absolut.
Dari
sudut pandang nilai tersebut, kita dapat menilai bahwa kebenaran itu
adalah absolut, selalu dicari dan sebagai acuan hidup karena kebenaran
sendiri tidak dipersyaratkan oleh suatu tindakan dan tidak memandang
keberadaan alamiahnya.
Untuk mencari kebenaran yang sejati kita
dapat menempuh 3 jalan yakni ilmu pengetahuan, etik, dan teologis. Dari
segi ilmu pengetahuan kita dapat membaginya dengan rasionalisme (cara pikir dan terpilah pilah/Apriori), Empirisme (pengalaman inderawi/Aposteriori), dan positivisme (berdasarkan fakta-fakta objektif).
Melalui
jalan etik kita dapat mencari kebenaran dengan meninjau kebenaran moral
yang diperoleh melalui aktualisasi kesadaran etik dalam diri manusia.
Kesadaran etik mendorong aktualisasi diri dan menemukan/arahkan hidup
pada kebenaran moral. Pijakan moral bagi orang beriman adalah ajaran
agama-agama sedangkan bagi orang "tidak beriman" pijakan moralnya adalah
humanisme dan ilmu pengetahuan.
Kebenaran sejati juga dapat
ditemukan melalui jalan Teologis yang berpijak pada religiositas.
Berbagai jalan teologis unik dan sarat dengan kekayaan spiritual yang
memiliki sejarah dan ciri khasnya masing masing. Hal ini merupakan
sebuah tarikan benang merah dari ajaran agama-agama dan kepercayaan.
Pada
dasarnya kebenaran adalah sebuah substansi dasar dari segala ciptaan
Tuhan yang merupakan kebenaran sejati itu sendiri. Sebagai manusia kita
percaya bahwa Yang Transenden sekaligus Imanen tersebut yang merupakan
sebuah Kebenaran yang tak terselami. Ad Maiorem Dei Gloriam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar